Mencegah dan Mengobati Gejala Pilek, Flu, Hidung Meler dan Tersumbat

      Beberapa bulan belakangan aku sering terserang flu bahkan hidung tersumbat nech, :( yang sering aku denger sich itu terjadi karena kurang istirahat, kurang minum air hangat & imun tubuh :( hmm .. nyari artikel tentang cara menyembuhkan dan mencegah flu agar tak kambuh lagi. ne dia >>

Salah satunya adalah memperbanyak minum air putih untuk menjaga kelembaban jaringan di sekitar sinus dan hidung. Kadar air yang cukup akan mencegah terjadinya infeksi, atau jika sudah ada infeksi maka akan menjaga agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Selain itu, hindari juga pemicunya karena kadang-kadang hidung meler dan tersumbat hanya merupakan reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu misalnya debu, kotoran, bulu binatang maupun serbuk sari bunga-bunga. Gunakan obat antialergi jika memang tidak mungkin menghindarinya.

Selebihnya, hidung meler dan hidung tersumbat harus diatasi dengan cara yang berbeda. Hidung meler relatif lebih mudah diatasi, sementara hidung tersumbat sedikit lebih susah karena harus mengencerkan lendirnya terlebih dahulu agar lebih mudah dikeluarkan.

Untuk mengatasi hidung meler, caranya adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Realage, Selasa (15/3/2011).

1. Keluarkan dengan perlahan Buang kelebihan lendir dengan perlahan agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada gendang telinga. Lakukan sesering mungkin, jika kulit hidung pecah-pecah karena sering ditekan dengan jari, oleskan petroleum jelly atau pelembab kulit bayi.

2. Gunakan antialergi Jika memang dipicu oleh alergi dan tidak mungkin menghindari pemicunya, gunakan antialergi. Kadang-kadang obat antialergi juga bisa meredakan pilek akibat flu, rhinitis non-alergi dan sinusitis.

Sementara itu hidung tersumbat bisa diatasi dengan cara yang kurang lebih sama dengan hidung meler, hanya saja karena lendirnya lebih kental maka lebih sulit dikeluarkan.

1. Hirup uap menthol Air panas saja sebenarnya sudah cukup untuk menghasilkan uap yang bisa meredakan pembengkakan membran mukosa di dalam hidung sehingga produksi dan kekentalan lendir berkurang. Meski tidak banyak bukti ilmiah, bukti empiris menunjukkan bahwa penambahan aroma menthol dan eucaliptus bisa memperkuat efeknya.

2. Lakukan olahraga ringan Jika tidak disertai demam dan masih ada sedikit tenaga, lakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik memicu pelepasan adrenalin yang akan meredakan pembengkakan membran mukosa yang menghasilkan lendir di saluran pernapasan.

3. Gunakan pelega tenggorokan Dekongestan atau pelega tenggorokan bekerja dengan cara mengatasi pembengkakan mukosa dan pembuluh darah yang menyumbat pernapasan, meski efeknya hanya sementara. Jangan digunakan lebih dari 3 hari karena jika terlalu banyak justru akan memperparah produksi lendir di hidung.

Makanan Penangkal Gejala Pilek dan Flu


1. Cairan hangat
Menurut University of Maryland Medical Center, cairan hangat dapat membantu mengurangi hidung tersumbat dan gangguan pernapasan yang terkait dengan pilek dan flu. Cairan hangat juga dapat melonggarkan lendir serta membantu menghalau virus dari sel-sel tubuh. Kaldu, sup dan teh hangat adalah pilihan yang efektif untuk meredakan gejala flu.

2. Cabai rawit
"Cabai rawit segar dapat membantu Anda meringankan gejala flu dan pilek," tulis Dr James Balch dan Phyllis Balch dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing.

Capsaicin yang terdapat di cabai merupakan senyawa kimia yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi, memberikan nutrisi dan vitamin untuk sel yang terinfeksi. Panas capsaicin juga dapat membantu mengurangi sumbatan di dada dan rongga hidung.

3. Jahe
Jahe mengandung senyawa antivirus yang dapat membantu menghancurkan virus yang menyebabkan influenza dan pilek. Makanan ini juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mendukung produksi senyawa antibakteri serta antivirus alami.

4. Zinc
Makanan yang mengandung banyak zinc dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi gejala pilek dan flu. Kacang, buncis, makanan laut (seafood), daging merah, telur dan kedelai merupakan makanan yang menjadi sumber zinc.

5. Bawang putih
Bawang putih mengandung senyawa kimia yang menawarkan sifat antibiotik yang kuat dan juga antivirus. Senyawa ini dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menghancurkan virus pilek dan flu. Bawang putih juga dapat meningkatkan sirkulasi, membantu sistem peredaran darah, serta memberikan nutrisi penting seperti oksigen dan hidrasi pada sel-sel tubuh

Makanan Yang Harus Dihindari Saat Sedang Flu


1. Makanan manis
Menurut buku 'Diets for Healthy Living: Dr. Linda Page's Natural Solutions to America's 10 Biggest Health Problems', gula mencegah tubuh memerangi bakteri yang menyebabkan gejala flu.

Makan makanan yang mengandung banyak gula seperti cake, permen dan kue dapat mencegah tubuh mengatasi hidung tersumbat yang merupakan keluhan umum saat flu. Gula membuat lendir dapat bertahan lama di saluran pernapasan karena lingkungannya yang hangat dan lembab, sehingga menyediakan tempat yang nyaman bagi virus.

Makanan lain yang sebaiknya dipantang saat flu adalah makanan tinggi lemak seperti kentang goreng dan makanan cepat saji.

2. Susu
Susu dapat menyebabkan lendir di paru-paru dan sinus bertahan lebih lama. Virus tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab yang disediakan oleh lendir, yang dapat membuatnya tinggal di dalam tubuh lebih lama dan juga dapat menyebabkan gejala flu lebih parah.

Ganti susu dengan air atau jus buah segar sampai gejala flu Anda sembuh. Sebaiknya juga hindari semua produk susu selama beberapa minggu setelah flu sembuh. Ini akan membantu paru-paru pulih sempurna.

3. Daging
Lemak hewani menghalangi kemampuan tubuh untuk menyingkirkan kuman yang menyebabkan gejala flu, sehingga flu akan berlangsung lama atau mengalami gejala yang lebih parah.

Ganti ayam dan daging dengan makanan nabati, seperti salad hijau yang mengandung banyak antioksidan sehingga dapat melawan infeksi lebih cepat.

Tips Cepat Sembuh dari Flu



Sarapan antivirus
Jika bangun pagi dalam kondisi kurang sehat, jangan sekali-kali melewatkan waktu sarapan. Sebuah penelitian di Belanda membuktikan, sarapan sebanyak 1.200 kalori meningkatkan kadar gama interferon dalam darah hingga 450 kali lipat dibandingkan tidak sarapan sama sekali. Senyawa tersebut merupakan antivirus alami dalam tubuh yang berfungsi untuk menangkal serangan flu.

Lawan dengan stres
Jika berkepanjangan, stres memang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun untuk jangka pendek, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berat justru efektif mengurangi gejala flu. Menurut sebuah penelitian di Ohio State University, stres jangka pendek bisa melawan flu jika berlangsung tidak lebih dari setengah atau
satu hari.

Seduh kopi atau teh hijau
Kopi atau green tea di sore hari tidak hanya membuat tubuh lebih rileks, tetapi membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Minuman tersebut juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki khasiat untuk mematikan virus. Tips ini pernah diteliti di Kanada, dengan memasukkan daun teh hijau ke dalam koloni adenovirus penyebab flu. Hasilnya, aktivitas replikasi atau menggandakan diri pada virus berhenti.

Istirahat yang cukup
Idealnya dalam sehari tidur tidak kurang dari 7-8 jam. Menurut penelitian di UCLA, berkurangnya waktu tidur sebesar 40 persen akan menurunkan sistem imun hingga 50 persen. Namun jangan sesekali memaksakan tidur dengan cara minum alkohol karena hal ini justru melemahkan sistem imun. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar misalnya t-shirt dan celana pendek agar peredaran darah lancar, dan bisa tidur dengan lebih nyaman.

Tetap lakukan aktivitas ringan
Riset yang dilakukan oleh University of Massachusetts membuktikan, aktivitas fisik yang ringan bisa mengurangi risiko infeksi saluran napas hingga 25 persen dibandingkan dengan hanya diam sepanjang hari. Aktivitas ringan memicu produksi sel darah putih, yang fungsinya untuk melawan infeksi virus maupun bakteri. Aktivitas tersebut tidak boleh terlalu berat, karena kelelahan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Bahkan pada atlet marathon sekalipun, risiko infeksi akan meningkat setelah mengikuti lomba.

Jauhi diri dari paparan dingin
Orang Barat menjuluki flu sebagai catch cold atau terpapar dingin. Memang, semakin lama dan sering tubuh terpapar yang serba dingin (udara, air mandi, ruangan berpendingin, minuman dingin, angin), semakin lemah ketahanan tubuh, dan kian rentan untuk gampang terserang virus (apa saja).

Hindari pergi ke tempat-tempat keramaian
Selagi musim hujan, dan banyak orang sedang sakit flu, sebaiknya tidak bepergian ke tempat-tempat keramaian kalau tidak perlu sekali. Kalau bisa ditunda sebaiknya tidak mengunjungi pasar tradisional, supermarket, mal, bioskop, terminal, stasiun, ruang tunggu puskesmas, rumah sakit, sekolah, ruang pesta. Di tempat-tempat orang berkerumun, virus flu, termasuk jenis virus lain, terbang bertebaran di udara, dan hidung kita menghirup udaranya.


Membersihkan liang hidung setiap pulang bepergian
Ya, selama bepergian ke luar rumah, terlebih selama musim flu berjangkit, nyaris tak ada udara yang tidak tercemar virus flu, terlebih di lingkungan yang ada pasien flu. Hampir pasti udara yang kita hirup selama di luar rumah, ada virus flunya. Termasuk bila di rumah ada yang sedang sakit flu.

Tips Tambahan 


saya sendiri sering mengalami hidung tersumbat ketika tidur atau berbaring dan setelah beberapa hari aku memakai fresh care di dahi, leher belakang dan depan dan bahu, alhamdulillah sedikit lega :) "bukan promosi". selain itu kebutuhan vit c disini sangat berperan, kamu boleh membeli ester c dengan kadar vit c tertinggi yaitu 1500mg dan tidak menyebabkan asam lambung, untuk keterangan lebih lanjut munkin bisa ke kimia farma terdekat :). +imboost force jika memiliki duit lebih maka insyaAllah sembuh cepat deah flu yang sering menyerang kamu

source : detik health, Livestrong, Realage, dan MensHealth.




1 comments:

  1. Hidung mampet menghilangkannya mudah sekali, bisa menggunakan air panas, dan bisa gunakan sambil minum, atau uap dari air panas tersebut. Dan tentunya sebaiknya istirahat dulu bila memungkinkan, apa lagi hindari dari sinar-sinar smartphone, bisa-bisa tambah pusing. Halodok.com

    ReplyDelete